Jika kita ingat-ingat betapa cepat dunia ini berputar, detik, menit, jam, hari, minggu,bulan dan tahun silih berganti. tapi untuk apa jika dingat-ingat saja?, oleh sebab itu kita harus berani melakukan yang terbaik setiap waktu yang akan kita lalui selanjutnya. di bulan Romadhan lah kita harus mampu memanfaatkan waktu didalamnya, karena didalamnya terdapat peluang emas bagi siapa yang mampu memaksimalkan potensi diri untuk bisa menjalani berbagai kegiatan beribadah kepa Alloh SWT. duhai saudaraku yang menjadi persoalan bagi kita adalah bagaimana cara memanfaatkan sesuatu yang telah diberikan dan diperuntukan kepada kita sebuah bulan yang agung dan mulia ini. untuk itu mari kita kenali seni mengenal bulan keberkahan. adapun seni nya adalah.
1. Jadikan bulan romadhan sebagai ajang untuk meningkatkan ketaqwan. dengan megisinya dengan ibadah2 sunat maupun wajib
2. Jadikan bulan romadhan bulan yang terakhir bagi kita untuk bisa berbuat semaksimalmungkin. jangan pernah sia-sia kan momen yang ada didalamnya.
3. Jadikan bulan romadhan memang bulan yang lebih baik dari seribu bulan. dalam arti kata bulan ini tiada tandinganya dari bulan selainya, sehinga lebih menyadarikita untuk berbuat lebih baik.
4.Berdayakan kemampuan diri yang lebih berenergi dan besenergi setiap saat demi men dapatkan jiwa yang taqwa.
hai saudaraku demikian lah mudah-mudahan kita menjadi hamba yang benar dipangil keimanan kita.bulan
Di suatu masa dahulu, terdapat seorang alim ulama yang tersohor karena ilmu dan amalannya. Beliau adalah seorang penghafal Al-Quran dan juga penghafal beribu – ribu hadits sahih semenjak kecil. Dan semenjak kecil, beliau telah dikirim oleh kedua orangtuanya untuk menuntut ilmu di Mekkah dan Madinah selama berpuluh tahun lamanya. Ayahnya juga adalah seorang alim ulama yang pernah mengembangkan agama Islam sampai ke negara selatan Siam.
Segala yang ada dipermukaan bumi ini merupakan karunia dan ciptaan tuhan yang diperuntukan kepada hambanya manusia. yang diberi tugas sebagai khalifah. setiap watu manusia melakukan aktivitas dari hal yang baik maupun hal yang tidak baik, hal benar maupun hal tidak benar dan hal indah maupun tidak indah. aktivitas yang sempurna lah yang diharapkan oleh sang maha pencipta demi keselamatan dan kelangsungan peradaban hidup manusia dipermukaan bumi.
Sungguh tiada harapan lagi dan cita- cita lagi jikalau diri telah terkenana alias terjangkiti penyakit yang dianggap mematikan dan menakutkan. Penyakit yang kita alami dan kita dapatkan kadangkala banyak disebabkan oleh keteledoran, kelalaian, dan kebodohan kita. Jangan sekali mencela dan memaki diri jika terserang penyakit. sebagai manusia yang sudah dianugerahkan agama yang lurus yaitu Islam kita harus selalu menyikapi penyakit dengan penuh arif dan bijak sana. siapa sih yang mengharapkan diri ini ter serang penyakit? Tentu tidaklah ada, semua orang ingin hidupnya sehat dan bisa bekerja selalu.